Description
Gratis untuk Subscriber Platinum, Gold, & Silver!
Leukemia akut adalah salah satu jenis kanker darah yang berkembang dengan cepat dan memerlukan penanganan segera. Leukemia ditandai dengan proliferasi abnormal sel-sel hematopoietik yang belum matang di sumsum tulang dan menyebabkan produksi sel darah normal terganggu. Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL) maupun Acute Myeloid Leukemia (AML) merupakan dua tipe leukemia akut yang memerlukan diagnosis yang cepat dan akurat untuk menentukan strategi terapi yang tepat dan meningkatkan prognosis pasien.
Prevalensi leukemia, termasuk leukemia akut, cukup tinggi di Indonesia. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI, leukemia merupakan salah satu dari sepuluh besar penyakit kanker yang paling sering terjadi di Indonesia. Data dari Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) pada tahun 2020 menunjukkan bahwa insiden leukemia di Indonesia mencapai sekitar 12,4 kasus per 100.000 penduduk dengan jumlah kematian mencapai lebih dari 10.000 kasus setiap tahunnya. Jumlah angka kematian ini sebagian besar disebabkan oleh kasus leukemia akut, sehingga upaya diagnostik dan penanganan yang lebih baik sangat diperlukan.
Metode diagnostik leukemia akut telah mengalami kemajuan yang signifikan seiring dengan perkembangan teknologi. Salah satu alat diagnostik yang paling penting dan efektif adalah flowcytometry. Flowcytometry adalah teknik untuk menganalisis fisik dan sifat kimia sel atau partikel dalam suatu sampel dengan menggunakan cahaya. Pada kasus leukemia akut, flowcytometry digunakan untuk melakukan immunophenotyping, yaitu identifikasi dan karakterisasi subpopulasi sel berdasarkan ekspresi marker permukaan yang spesifik.
Immunophenotyping melalui flowcytometry memungkinkan penentuan jenis leukemia secara lebih tepat dengan mengidentifikasi marker permukaan spesifik yang ada pada sel-sel leukemia. Penentuan marker spefisik sangat penting, karena tipe leukemia yang berbeda memerlukan pendekatan terapi yang berbeda. Selain itu, teknik ini juga dapat membantu dalam memonitoring respons terapi dan mendeteksi kemungkinan adanya relaps atau kekambuhan penyakit.
Pada praktik sehari-hari, pemahaman yang mendalam serta pemanfaatan optimal dari flowcytometry dan immunophenotyping masih menjadi tantangan di beberapa fasilitas kesehatan, terutama di daerah dengan keterbatasan sumber daya dan akses terhadap teknologi medis canggih. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan di kalangan tenaga medis mengenai pentingnya pemeriksaan ini dalam penegakan diagnosis leukemia akut.
Dengan latar belakang tersebut, PDS Patklin Bandung bekerjasama dengan Diklat Rumah Sakit Immanuel Bandung sebagai penyelenggara pelatihan yang telah terakreditasi A kementrian Kesehatan, bermaksud mengadakan webinar yang bertujuan untuk memberikan wawasan mendalam tentang peran vital flowcytometry dan immunophenotyping dalam diagnosis leukemia akut. Acara ini juga akan membahas tentang teknik-teknik terbaru, tantangan yang dihadapi dalam penerapannya, serta strategi untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut agar penegakan diagnosis leukemia akut dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien.