Description
Diskon 70% untuk subsriber Platinum!
Kritis berarti mengancam jiwa, sedangkan gawat darurat berarti memerlukan penanganan atau tindakan segera untuk menghilangkan ancaman terhadap nyawa korban. Gawat darurat merupakan suatu keadaan yang mengancam jiwa seseorang dan harus segera ditangani untuk mencegah kecacatan bahkan kematian (Hutabarat 2021).
Dokter gigi sebagai klinisi sering kali menjumpai kasus kegawatdaruratan medis yang mengancam jiwa pasien. Menurut Committee for the Prevention of Systematic Complications During Dental Treatment dari Japan Dental Society of Anesthesiology, ditemukan bahwa dalam satu tahun, dokter gigi menjumpai rata-rata 19% hingga 44% kegawatdaruratan medis. Pasien yang sehat jika dibandingkan dengan pasien dengan kondisi medis tertentu cenderung memiliki risiko lebih besar untuk mengalami kegawatdaruratan selama perawatan gigi dan 33% di antaranya merupakan penyakit kardiovaskular (Haas, 2006).
Perdarahan mulut yang tidak terkontrol merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan yang harus segera ditangani karena adanya cairan dalam rongga mulut dapat menyebabkan pasien mengalami obstruksi jalan napas atau tersedak karena adanya cairan darah tersebut. Penyebabnya adalah iritasi gusi, yang mengakibatkan gusi menjadi meradang, merah, dan bengkak.
Semakin lama kerusakan yang dapat terjadi semakin besar, kemudian tumbuhnya kantong-kantong yang berisi plak, karang gigi, dan bakteri di antara gusi dan gigi. Keberhasilan penanganan sangat bergantung pada pengetahuan dan keahlian tim Kesehatan gigi serta penanganan darurat di tempat terjadinya cedera. Oleh karena itu, tim kesehatan gigi harus mengetahui dasar-dasar penanganan darurat pendarahan gigi (Zaleckiene et al., 2014).